Mengenal Lebih Dekat Suku Baduy

Suku Baduy – Baduy atau badui adalah nama salah satu suku yang berdiam diri di Provinsi Banten letaknya Kurang lebih 3 jam perjalanan dari ibukota Jakarta

Baduy atau badui sendiri terbagi menjadi dua yaitu orang-orang Baduy Luar dan baduy dalam perbedaan keduanya bisa dilihat dari cara berpakaian gaya hidup dan juga hal-hal lainnya

Dari sisi cara berpakaian orang-orang baduy dalam biasanya menggunakan ikat berwarna putih sedangkan Baduy Luar lebih sering menggunakan ikat biru hitam.

Perbedaan orang Baduy Luar dan baduy dalam yang sangat mencolok ada pada gaya hidup mereka baduy dalam sangat anti modernisasi mereka menggunakan cara-cara tradisional untuk bertahan hidup.

Tidak ada listrik tidak ada teknologi apapun bahkan untuk melakukan perjalanan dari tempat mereka ke tempat lain meskipun itu jaraknya jauh, sangat terlarang untuk menggunakan kendaraan seperti mobil motor kereta api apalagi pesawat terbang.

Alat transportasi yang mereka miliki adalah kaki mereka sendiri jadi untuk melakukan perjalanan Sejauh apapun mereka harus berjalan tanpa boleh menggunakan alat transportasi modern apapun bentuknya.

Perjalanan Ke Baduy

Selama periode tertentu banyak sekali travel-travel atau agensi yang membuka open trip ke daerah tersebut titik start biasanya dimulai di Stasiun Tanah Abang.

Setelah peserta berkumpul perjalanan menuju Rangkasbitung ditempuh dengan kereta lokal,waktu perjalanan kurang lebih selama 2 jam. Setelah sampai di stasiun Rangkasbitung kita akan berjalan menuju terminal setempat yang jaraknya tak jauh dari stasiun.

Sisana kita akan menyewa elf untuk sampai di terminal ciboleger yang menjadi titik awal sebelum memasuki kawasan Baduy. jarak dari terminal ke Terminal ciboleger kurang lebih sekitar 40 menit sampai 1 jam dengan jalan yang naik turun berkelok-kelok.

Setelah sampai di terminal ciboleger kita akan melakukan persiapan salah satunya adalah menyewa tour guide yang biasanya adalah orang baduy dalam sendiri yang akan memandu pengunjung untuk mencapai baduy dalam kemudian menginap di rumah beliau dan mengurusi segala hal temasuk konsumsi dan lain sebagainya.

Perjalanan dari terminal ciboleger menuju baduy dalam cukup panjang Medannya pun cukup berat terlebih untuk orang-orang yang tidak terbiasa jalan kaki. di perjalanan awal kita akan melewati kawasan Baduy Luar Di sana banyak sekali rumah-rumah yang menjajakan kerajinan kerajinan berupa tas rajut ataupun kain dan lain sebagainya

Dalam perjalanan kita akan disugi hijaunya pepohonan dan jalan yang naik turun, tak lupa kita akan melintasi beberapa rumah adat baduy dan juga penduduk-penduduk lokal yang sangat ramah..

Setelah berjalan beberapa jam kita akan sampai pada perbatasan baduy luar dan baduy dalam, perbatasan ini ditandai dengan sungai dan jembatan. Ketika sampai pada tempat itu semua teknologi harus di offkan termasuk juga handphone dan juga kamera.Ketika memasuki wilayah baduy dalam sangatlah terlarang untuk mengambil foto apapun alasannya. 

Persis setelah menyeberangi jembatan, pengunjung akan melewati tanjakan curam, orang-orang biasa menyebutnya tanjakan cinta. Di tanjakan inilah biasanya waktu banyak terhabiskan dan fisik terkuras. Ini adalah medan berat sepanjang perjalanan.

Setelah mencapai puncak tanjakan, kita hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk mencapai baduy dalam.suasana disana sangat tradisional, tidak ada listrik, hanya penerangan seadanya, rumah rumahnya terbuat dari kayu dan bambu.

Tidak ada teknologi, tidak ada hal-hal yang bisa dengan mudah kita temui di perkotaan.yang ada hanyalah pepohonan, dan sungai yang mengalir pelan tempat penduduk dan pengunjung biasanya mandi atau meleas penat setelah perjalanan yang melelahkan.

Di Baduy kita akan belajar kembali ke masa lalu, masa yang tidak dilewati anak-anak yang lahir di era 2000-an, masa dimana belum ada penarangan, hutan masih terjaga dan sungai-sungai masih benih tidak bercampur sampah-sampah yang dibuang sembarang oleh orang-orang yang tidak peduli dengan keadaan alamnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *